Mimpi Tak Pernah Memiliki Batas!



woyyy! bangun kalian semua! banguuunn!

Bukan bangun dari tidur yang nyenyak di pagi hari, tapi bangunlah jiwa jiwa muda, Aseeeekk! ( ternyata gue bisa ngomong yang agak kerenan dikit ya hahaha )

nggak tau kenapa sore sore begini gue lagi ngelamun sambil menikmati sensasi enaknya sakit gigi :D tiba tiba jiwa gue terbuka lebar buat ngomongin mimpi. Setiap orang pasti punya mimpi, setiap orang punya sesuatu yang diharapkan itu dijamin pasti. Tapi sayangnya cuman sebagian orang yang bisa menikmati mimpi-mimpi yang mereka harapkan ( itu kata orang ).

Gue tegesin sama kalian semua, kenapa hanya sebagian orang yang bisa meraih mimpi? karena kalian kurang usaha! kalian harus berjuang lebih keras, mimpi kalian memang indah dan tanpa batas, tapi apa kalian sudah berusaha dengan sekuat tenaga dan tanpa batas? apakah wajar jika kalian sekarang hanya memikirkan mimpi kalian tanpa bisa meraihnya? gue bilang wajar kalo kalian emang nggak berjuang tanpa batas juga. Termasuk gue sendiri :D hahahaha gue kurang berjuang tanpa batas untuk mimpi tanpa batas gue. Kali ini gue nggak akan ngasih tips buat orang lain, tapi ini tips buat diri gue sendiri.

1. Pantaskah?
maksud dari kata diatas begini : yang gue maksud pantas bukan secara penampilan atau fisik lah, tapi yang gue maksud pantas disini, itu pantaskah kita mengharapkan suatu impian tapi kita tidak berjuang pada garis impian itu. contohnya kaya gue, gue sering ngimpi pengen jadi penyanyi tapi gue nggak pernah mengasah kemampuan gue # gue nggak pantes. Kalo gue pengen jadi penyanyi harusnya gue belajar olah vocal dan lain sebagainya, sama halnya kaya elu pengen jadi orang kaya tapi lu cuman berdoa dan nggak pernah usaha. Itu artinya elu nggak pantes jadi orang kaya. Kecuali orang tua elu kaya, itupun yang kaya orang tua bukan elu hahaha :D

jadi lu musti pantes jadi apa yang elu impikan dengan berjuang dan berusaha di garis impian elu.

2. Tepatkah?
yang kedua apa tepat ? yang gue maksud tepat gini nih, elu jago di bidang IT kaya ngurusin komputer dan elu udah jelas jelas punya potensi yang besar di dunia IT, tapi elu kepengen jadi aktor, FUNNY! nggak tepat banget, itu kalo menurut gue , lu lebih cocok bermimpi bisa sehebat steve job, mark zuckeberg dan lain sebagainya.

Menurut analisa gue, mimpi lu akan tepat kalo lu bermimpi dan lu didukung dengan potensi yang bagus, kecuali buat kalian yang belum bisa nemuin potensi dalam diri kalian . Kaya gue contohnya. hahaha selalu gue -_-" tapi nggak papa no problemo.

3. Sudahkah?
terkadang orang yang merasa udah berusaha keras untuk mimpinya dia cenderung akan mudah mengklaim kaya gini : "gue udah ngelakuin ini itu bla bla bla tapi gue masih belum sukses" ini hal yang paling sering ditemui dilapangan. karena apa? karena kita terkadang teralalu mengharapkan impian dengan tidak didasari semangat juang yang tinggi . hal kaya gini bahaya banget buat kaum kaum muda kaya gue, sikap putus asa!

menurut gue ada baiknya kita menyadari sudahkan perjuangan kita itu sebanding dengan mimpi kita? memang banyak orang yang bisa meraih mimpi mereka dengan mudah dan dengan sedikit usaha, tapi tidak semua orang seberuntung itu, kadang orang merasa iri dengan hal seperti ini. Jujur, gue juga kadang mikir gitu. tapi kita lebih baik jauhi hal hal kaya gini , akan lebih efektif jika kita bandingkan usaha kita dengan orang yang berusaha lebih dari kita jangan dengan orang yang meraih mimpi dengan mudah. Thats my idea.

Nah, Berusaha meraih mimpi memang tidak mudah, butuh perjuangan dan etos semangat yang tinggi, tapi tidakkah kalian tahu? pada saat kita sudah meraih mimpi kita. Kita akan berkata, perjuanganku berakhir bahagia, dan aku rindu masa masa itu.

SO! raihlah mimpimu yang tanpa batas itu dengan usaha yang tanpa batas juga. lepaskan keluh kesah, rasa putus asa , rasa kecewa. dan kumpulkan semua semangat di satu titik.ingatlah dunia tidak pernah sesempit yang kita bayangkan. Berteriaklah sekerasnya hingga kita lupa kita pernah menyerah.

Salam tanpa batas!

Gurendra Bayu Aji



Pagi Hari Membawa Cerita

Pagi ini seperti biasa gue berangkat kerja, indahnya diselingi hujan yang agak deras. Gue berlari menuju tempat biasa gue nunggu bus kantor, cukup bikin gue jadi berkeringat campur air hujan yang menetes. Tiba-tiba otak gue yang kemaren seharian suntuk mengajak gue buat menuliskan cerita.

Bukan cerita pagi ini yang gue maksud, tapi cerita tentang hidup gue. Yang tiba-tiba datang bersama hujan, mungkin juga efek galau nih hhehhe

Kalo mau membandingkan kehidupan gue antara dulu sama sekarang serasa berputar 540°. Dari gue yang cuman mikirin main, belajar, ujian, ngeband, pacaran. Sekarang gue jadi orang yang harus berangkat kerja tiap jam setengah 6 pagi biar nggak ketinggalan kereta yang longgar. Gue punya tanggung jawab, gue punya mimpi yang harus cepat diraih, gue punya beban yang musti dipikul sendiri.

Alur kehidupan seolah menuntun gue untuk jadi dewasa, untuk jadi orang yang bisa berpikir dua tiga atau sepuluh kali buat melakukan suatu hal. Jujur gue kangen banget sama masa masa dulu. Gue jamin kita semua pasti pernah merindukan suatu masa dimana kita pengen balik ke masa itu, masa dimana diri kita merasa nyaman dalam keadaan itu.

Tapi ingatlah satu hal, masa lalu tidaklah bisa dibeli atau dikembalikan lagi. Tapi jika kita punya masa lalu yang buruk semua itu bisa kita perbaiki di masa ini. Masa saat kita bisa berpikir panjang untuk menjadikan suatu hal lebih serasa sempurna untuk diri kita, dan tentunya akan lebih baik untuk orang lain.

Memang nggak ada hal yang sempurna di dunia ini, semua itu tergantung seberapa sempurna kita memandang dan merasakan hal itu. Gue bersyukur Tuhan menuntun kita menjadi lebih baik, tinggal bagaimana kita mengikuti alur yang telah diciptakan.

Gue berdoa untuk kita semua, semoga kita diberi alur yang membuat kita nyaman menjalaninya.

Amiin....

Berpikir Jernih Dalam Menjalani Hubungan




Hai sob, apa kabar kalian hari ini ? gue selalu berdoa untuk kalian dan diri gue sendiri semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan dan kebahagaiaan untuk kita semua. Amiin.

Jernih, satu kata yang setiap orang pasti bisa membayangkan. Dan satu hal yang selalu berhubungan dengan jernih adalah sumber kehidupan yaitu air. Tapi kali ini gue nggak akan ngomongin tentang air karena anak kecil pun udah tau seperti apa si air jernih itu. Kecuali yang tinggal di daerah dengan air yang ada kuning-kuningnya, itu enggak banget. hehehee

Lanjut ke topik gue " Berpikir Jernih " makna dari berpikir jernih menurut gue itu bukan berarti pikiran elu kaya air jernih dan nggak ada kuning-kuningnya hahaha, tapi maksud gue disini berpikir dengan mempertimbangkan "logika" dan "perasaan" nahhhh, kebanyakan dari para wanita ini mikirnya bukan pake logika tapi pake perasaan, apalagi cewek yang abis putus :D ;peace; . Soalnya akhir-akhir ini ada demam cewek imut jadi banyak cowok cari cewek yang lucu lucu dan ninggalin pacarnya. ( yeee keluar dari topik lagi ) sorry sorry.

Lanjut lagi tentang cewek yang suka mikir pake perasaan. Nih gue kasih tau buat kalian para galauers, mikir itu pake "otak" yang dimana otak itu memproses logika kalo pake perasaan ya hatinya yang mikir, kasihan dong hatinya udah abis diputusin eh suruh mikir ( ancur dah tu ati tinggal goreng pake ampelanya juga enak tuh ) hehehe ;ngaco; mending kita bagi jadi 2 saja.

PERTAMA
( memberatkan logika)

Kenapa kita memberatkan logika daripada perasaan? karena logika itu bagaikan mesin, dimana akan memilih jalan yang terbaik sesuai dengan keadaan yang terjadi. bisa dibilang gini gue kasih contoh :

kasus : pas lagi pacaran si cowok karena capek kerja mukanya kusut.
    - logika : si cewek harusnya ngajak pulang dan biarin si cowok tidur.
    - perasaan : si cewek ngomel ngomel, " kamu nggak seneng ya sama aku ? kamu udah bosen sama aku ? kamu nggak mau ketemu aku? kamu jahat ! " gara gara muka kusut doang akhirnya putus.
 DAMN! itu karena perasaan diri sendiri bisa terpengaruh oleh kondisi kesehatan dan kejadian dalam diri sendiri.

KEDUA
( memberatkan perasaan )

Kenapa kita memberatkan perasaan, karena hanya perasaan yang bisa mengerti apa arti "cinta" dan apa arti "kasih sayang". aseeek

kasus : pas lagi pacaran si cowok itu dalam kondisi yang sakit ( bukan sakit parah ), tapi udah 3 bulan nggak pernah ketemu pacarnya.
    - logika : bilang lagi sakit dan batalin pacaran sama jalan jalanya.
    - perasaan : ngelanjutin jalan jalan nggak perlu bilang sakit, ini namanya jaga perasaan si cewek. "karena wanita ingin di mengerti"

bahahahaha nah itu dia salah dua contoh dari gue mikir pake logika dan mikir pake perasaan, tapi bukan berarti 100 % logika dan 0 % perasaan.Atau sebaliknya. Logika itu bisa membantu kita untuk menentukan kapan harus menggunakan logika lebih atau perasaan lebih, karena hidup itu penuh dengan kasus yang harus kita pelajari dan harus kita selesaikan dengan pikiran yang jernih. logika atau perasaan ?
semua tergantung kasus dan sejernih apa pikiran kita untuk berpikir.


Thanks sob! jangan lupa follow twitter gue @gurendra_bayu