Setiap hari setiap jam bahkan setiap detik selalu ada hal yang berubah, dari yang terlihat baik menjadi buruk ataupun yang terlihat buruk menjadi baik. Pada dasarnya kita hanya melihat dari sisi yang kita tau, kita hanya menilai dari sisi yang sebenarnya belum tentu sisi yang sempurna. Kita hanya melihat mungkin 1 % dari apa yang seharusnya terlihat secara utuh, untuk itu apapun yang terjadi tersenyumlah. Meski tersenyum tak semudah apa yang terlihat. Karena dalam wajah yang tersenyum belum tentu ada jiwa dan hati yang bahagia. Bisa jadi senyuman itu hanyalah kedok dari puluhan kesedihan yang sedang ditutupi.
Izinkan aku tersenyum malam ini, disaat semuanya tak sebaik sebelumnya, disaat keinginan yang tinggi tak terpenuhi, dan disaat hati ini masih sepi. Bukan apa yang ada secara fisik, tapi apa yang ada secara perasaan. fisik bisa saja berubah dalam sekejap, tapi perasaan akan selalu setia, walaupun apa yang terjadi. Itu adalah bukti bahwa perasaan takan terganti.
sungguh sulit saat ini untuk memberikan senyuman yang indah , disaat semua tak sama lagi, disaat hati ini sudah lelah untuk bersedih. harapan dan asa selalu ada, aku selalu ingin bahagia, tapi bahagia tak selalu menginginkanku. Bagaikan terik dan hujan yang hanya akan bertemu untuk menghadirkan pelangi. Begitulah bahagia menurutku.
Seandainya pelangi dapat hadir setiap saat, seandainya bukan hanya disaat dua hal berbeda bertemu, mungkin aku akan selalu tersenyum. Tapi disaat aku melihat dunia ini baru kusadari yang ada hanyalah terik yang terlalu panas dan hujan yang terlalu deras. Hanya kuasa Tuhan yang dapat selalu menggabungkanya. Ah atau mungkin ini hanya perasaanku saja?
yang jelas aku masih belum bisa tersenyum, terlalu banyak aral dan rintangan didepan mata yang selalu membatalkan senyuman ini.
Bukan hanya sekali kucoba untuk merubah semuanya, tapi aku bagaikan mobil tua tanpa awak, harus kudorong dan ku setir sendiri mobil ini, harus kuperbaiki sendiri tiap bagian dari mesin hingga ban. Bahkan tanpa bahan bakar. Itu keadaan saat hal terburuk menimpa, semua seperti hilang. Tapi mobil tua tanpa awak ini setidaknya masih bisa dijadikan tempat berteduh untuk beberapa orang, meskipun tak senyaman mobil pada umumnya, setidaknya ada senyuman yang hadir sesekali. Besar harapan akan ada awak yang mau untuk menjadi bagian dari mobil tuaku. Terimakasih Tuhan aku percaya pada Engkau suatu hari akan ada yang datang.
Meski aku hanya rongsokan tua, tapi aku tak pernah menyerah, aku masih bisa indah seperti dulu. jika aku berada di tempat yang indah, jika aku dirawat dengan baik, maka aku akan menjadi mobil yang tetap berguna .