Masih Menunggu




Mencoba menggali dari apa yang telah aku lewati, setitik harapan selalu muncul setiap saat putus asa menghadang , sangat jelas terlihat perubahan yang akhirnya berujung sama. Serasa diri ini sudah lelah untuk melihat harapan-harapan yang hanya mampir. Tiada arti bila akhirnya sama, lantas untuk apa? Hanya untuk membuat suatu cerita ? atau memang ini sudah suratan yang harus dilalui? 

Aku masih belum mengerti dengan keadaan ini, selalu saja ada yang datang untuk berbagi senyuman tapi akhirnya selalu kurusak hanya karena hal yang sangat samar , bahkan hampir tak terlihat sedikitpun, perasaan yang begitu kuat merobek dinding jiwa, seolah semua harus kutinggalkan dan hanya satu jalan yang harus kutempuh. Begitulah hariku.

Cukup adil rasanya bagiku melihat senyumanmu  setelah  ribuan hari yang kulewati, dan untuk pertama kalinya dalam hidupku dirimu ada disampingku. Hanya rentetan kata-kata tanpa ada visual yang selama ini menemani hari-hariku, penuh senyuman tanpa melihat, penuh tawa tanpa mendengar, penuh cerita tanpa fakta. Seharusnya hal itu tidak akan membuat illusi yang sangat kuat. Tapi apa dikata hati tak ada yang tau, perasaan tak bisa ditebak, meski telah berulang kali kecewa. Terimakasih untuk memberikanku kekuatan lebih untuk mencitaimu dalam diam dan memilikimu hanya dalam angan. 

Selalu terasa berat saat kata-kata tertulis, tapi tak pernah bisa kutinggalkan, walau seperti apapun itu, indah atau hancur. Angan ini selalu ada untuk menanti hal yang sangat tidak pasti, harusnya aku memang tau diri , tapi hati tak pernah bisa memungkiri. Asa yang begitu kuat yang kini ada dalam jiwa seolah tak mampu untuk melangkah maju atau mundur tapi aku hanya menanti , menanti apa yang akan kau katakan di hari esok, tak berani diri ini berkata lebih. Aku terlalu takut kau hilang.

Terimakasih, mungkin kita memang berbeda, aku hanya seseorang penuh harapan tanpa perbuatan. Menantikan senyuman , seperti burung yang menanti makanan dari induknya. Tapi ini yang aku nikmati selama ini, ini yang aku jalani selama ini, penuh dengan perjuangan tanpa arah, hanya selalu berharap walaupun tau semua itu hanya anganku saja, yang terjadi tak tentu akan seindah itu.
Melodi angan yang terlalu merdu, nyaman untuk didengar dan indah untuk dilihat, tapi kenapa selalu saja harapan? Hanya doa yang selalu mengiringi , semoga aku selalu bisa selalu mencintaimu walaupun hanya dalam anganku :)

Semua ini sudah cukup adil untukku. Tapi aku tetap berharap Tuhan akan menuliskan hal yang indah dalam cerita hidupku.

Aku yang terus menantimu dalan kekosongan jiwa.

0 Responses